LOADING

Type to search

Kronologi BNN Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia

Tips & Trick

Kronologi BNN Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia

Share

Liputan6.com, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan Bea Cukai kembali menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Penyelundupan narkoba sebanyak 28.240 gram sabu dan 21.727 butir ekstasi itu dari dua kasus berbeda.

“Diduga diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tikus di perbatasan Entikong, berhasil diungkap dengan meringkus empat orang tersangka,” kata Kepala BNN Komjen Heru Winarko di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (6/4/2018).

Pengungkapan kasus ini, ungkap dia, berawal dari adanya informasi masyarakat yang diteruskan dengan analisis dan penyelidikan intelijen. Hingga akhirnya diketahui akan ada pengiriman narkotika dari Kuching, Malaysia, ke Indonesia melalui perbatasan Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat.

“Kasus pertama diungkap petugas pada Senin (26 Maret), di Jl Raya Sosok Tayan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dua orang pria berinisial Su alias Yo (43) dan An alias Ab (54) diamankan petugas pada saat melintas Kawasan Sosok Tayan tersebut,” jelasnya.

Dari pemeriksaan terhadap mobil yang dikendarai tersangka, petugas menemukan 7 kilogram sabu dan 21.727 butir ekstasi. Kedua tersangka mengaku menyelundupkan narkotika dari Malaysia melalui perbatasan Entikong atas perintah seorang narapidana berinisial AP yang berada di Rutan Bengkayang.

“Kurang dari satu minggu, tepatnya pada Minggu (1 April), petugas menggagalkan transaksi narkotika sebanyak 21,24 kilogram sabu yang dilakukan dua pria berinsial Am alias R (41) dan SBL (49), di Jalan Raya Ngabang-Pontianak KM IV Kabupaten Landak, Kalimantan Barat,” terangnya.

“Keduanya mengaku diperintah oleh seorang narapidana Lapas Pontianak berinisial DK. Narkotikatersebut juga diketahui diselundupkan dari Malaysia melalui Entikong,” tambahnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *