LOADING

Type to search

Flakka, Narkoba yang Bisa Mengubah Manusia Jadi Zombie

Tips & Trick

Flakka, Narkoba yang Bisa Mengubah Manusia Jadi Zombie

Share

Flakka, narkoba jenis baru ini tahun lalu cukup menghebohkan dunia, termasuk negara kita Indonesia. Efek sampingnya yang seram karena bisa membuat penggunanya berperilaku seperti mayat hidup (zombie) adalah salah satu alasan kenapa narkoba ini begitu menyita perhatian dunia. Tidak hanya itu, jika digunakan dalam jangka panjang, kematian pun harus dihadapi oleh penggunanya.

Flakka lebih kuat dari narkoba jenis lain

Menurut Henry Yosodiningrat, Ketua Umum DPP Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika), flakka mengandung zat aktif fentanyl derifat, zat yang punya potensi 10.000 kali lebih kuat jika dibanding dengan morfin. Selain itu, narkoba ini juga mengandung senyawa kimia Methylenedioxypyrovalerone (MDPV).

Henry menambahkan, narkoba yang sangat ditakuti ini juga punya potensi 100 kali lebih kuat dibanding heroin dan karena itu bisa disimpulkan flakka merupakan salah satu jenis narkoba baru yang sangat berbahaya.

Dulu flakka dipakai sebagai obat

Tidak beda dengan narkoba lain, flakka juga dulunya dipakai sebagai obat-obatan. Sampai akhirnya dihentikan penggunaannya karena ditemukan senyawa kimia yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan penggunanya berada dalam fase ilusi akut.

Dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, pengguna narkoba ini akan merasa dirinya lebih kuat, percaya diri tinggi bahkan karena terlalu kuat pengaruh flakka penggunanya bisa mengalami gangguan metal atau menjadi gila.

Seperti yang terjadi di Florida Selatan, Amerika Serikat, seorang pria yang diketahui menggunakan flakka merusak pintu kantor polisi ketika dirinya dalam pengaruh lakka. Ada juga seorang gadis yang juga memakai flakka berlari-lari di jalanan umum sembari berteriak bahwa dia adalah setan. Efek-efek mengerikan seperti itulah yang dilihat orang seperti zombie.

Efek singkat namun bisa merusak otak

Efek seperti sakau yang dirasakan oleh pengguna flakka memang biasanya cuma berlangsung beberapa jam saja. Tapi efeknya ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak pengguna. Bahkan tidak cuma akan permanen di otak, fakka juga bisa menghancurkan otak karena flakka ini bisa berkeliaran lebih lama daripada kokain.

Di negara kita, zat yang terkandung dalam flakka saat ini sudah diteliti oleh BNN, Labfor Polri, BP POM, UI dan ITB dan pada 15-16 Mei tahun alu, zat pada flakka juga sudah diajukan ke Kementerian Kesehatan dan dimasukkan sebagai Golongan I dalam lampiran UU Narkotika.

Melihat fakta bahwa narkoba jenis baru ini sangat berbahaya mari kita sebagai masyarakat Indonesia  lebih waspada dan tidak ragu untuk segera melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan narkoba jenis tersebut beredar di tengah masyarakat.

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *