LOADING

Type to search

Waspadai Gejala Depresi Atipikal!

Seputar Narkoba

Waspadai Gejala Depresi Atipikal!

Share

Mungkin banyak dari Anda yang belum tahu bahwa depresi itu sebenarnya ada banyak jenis. Satu jenis depresi yang paling sering didiagnosis adalah depresi mayor (major depressive disorder/MDD). Depresi mayor ini lalu dibagi lagi menjadi beberapa tipe dan salah satunya adalah depresi atipikal yang akan kita bahas dalam artikel ini.

 

Apa Bedanya Depresi Mayor dan Depresi Atipikal?

Gejala utama dari depresi mayor adalah perasaan sedih, nelangsa, atau putus asa yang terus menerus; tidak berminat dan punya gairah untuk melakukan hal yang dulu terasa menyenangkan; hilang nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan; dan kesulitan untuk tidur. Tidak sedikit juga dari mereka yang menderita depresi mayor memiliki pemikiran untuk bunuh diri.

Karena depresi atipikal merupakan subtipe dari depresi mayor, ciri keduanya cukup mirip. Perbedaannya, mereka yang menderita depresi atipikal akan mengalami peningkatan mood sebagai respons terhadap kondisi dan kejadian yang dianggap positif. Sementara itu, depresi mayor tidak menunjukkan perubahan mood sedikit pun ketika menghadapi kondisi atau kejadian yang menyenangkan apapun bentuknya.

Gejala Depresi Atipikal

Gejala depresi bisa berbeda pada tiap orang. Selain gejala depresi umum seperti yang sudah disebutkan di atas, mereka yang menderita depresi atipikal biasanya menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Mood membaik saat mengalami atau melihat kejadian yang positif, atau ketika mendengar sebuah kabar baik.
  • Minimal mengalami dua dari gejala di bawah ini:
    1. Berat badan atau nafsu makan meningkat.
    2. Hipersomnia (kondisi yang dialami ketika seseorang sebenarnya cukup tidur tapi tetap merasa mengantuk dan kelelahan saat siang hari)
    3. Paralisis (rasa lemah pada tangan dan kaki).
    4. Gangguan interaksi pada kehidupan sosial dan juga pekerjaan.

Apa Saja Penyebab Depresi Atipikal?

Mirip dengan jenis depresi lainnya, penyebab pasti dari depresi atipikal sampai saat ini belum diketahui. Tetapi sudah diketahui sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko mengalaminya, seperti:

  1. Pernah mengalami pengalaman traumatis (kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan kematian orang yang dicintai)
  2. Riwayat pernah menyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.
  3. Didiagnosis menderita penyakit berat, seperti HIV, kanker, stroke atau sakit jantung.
  4. Ada riwayat anggota keluarga yang pernah menderita depresi
  5. Adanya ketidakseimbangan hormon pada otak yang mengatur suasana hati, seperti hormon serotonin, hormon norepinefrin dan hormon dopamin.

Perawatan untuk Mereka yang Menderita Depresi Atipikal

Depresi apapun jenisnya tidak boleh dianggap remeh karena bisa mencegah kita menikmati hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan. Perawatan untuk mereka yang menderita depresi atipikal tidak beda dengan depresi lain, seperti obat resep dokter, sesi terapi dengan psikolog, merubah gaya hidup, atau bisa juga perpaduan dari hal-hal tersebut.

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *