LOADING

Type to search

Terapi untuk Gangguan Kecemasan

Seputar Narkoba

Terapi untuk Gangguan Kecemasan

Share

Jika melihat pada kondisi pasien yang menderita gangguan kecemasan, terapi di bidang psikiatri terkait erat dengan bagaimana menghilangkan kecemasan pasien. Artinya, dengan mudah bisa diingat bahwa pasien akan diterapi dengan memakai obat yang memiliki efek anti-cemas.  Obat anti-cemas yang selama ini dikenal di dunia medis adalah obat golongan benzodiazepine. Obat golongan ini memiliki efek menenangkan dengan berfokus pada menekan fungsi GABA (gamma-aminobutyric acid) di otak. Efeknya bisa buat pasien tenang (sedasi) dan atau juga bisa membuatnya tertidur (hipnotik).

Beberapa jenis obat ini dikenal di pasaran dengan nama alprazolam, diazepam, clonazepam, clobazam, estazolam. Merek-merek obat ini sudah dikenal luas di kalangan dokter dan juga masyarakat. Dahulu bahkan banyak orang dari mulut ke h mulut mengetahui obat jenis ini dan bisa dengan muda membelinya sendiri sebagai obat tidur. Karena itulah tidak heran ditemukan berbagai macam kasus ketergantungan obat-obat ini sampai tahunan karena pemakaiannya memang tidak tepat.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, terapi gangguan kecemasan sudah beralih dari penggunaan benzodiazepine ke penggunaan obat-obat antidepresan golongan SNRI dan SSRI.  Dalam International Journal of Psychiatry in Clinical Practice,2012; 16: 77–84, terapi lini pertama dan yang direkomendasikan pada pemakaiannya di klinik adalah obat-obat SSRI dan SNRI. Secara ilmiah obat SSRI dan SNRI ini diketahui memiliki level of evidence A dan direkomendasikan dalam praktek sehari hari sebagai terapi pertama.

Sedangkan penggunaan anti-cemas untuk kasus gangguan kecemasan terbatas untuk gangguan panik dan gangguan cemas menyeluruh bisa dilihat pada tabel International Journal of Psychiatry in Clinical Practice,2012; 16: 77–84. Pada  tabel tersebut bisa diketahui bahwa level of evidence penggunaan benzodiazepine adalah A namun direkomendasikan di dalam klinik sebagai lini kedua.  Ini artinya, kalau ada obat antidepresan SSRI atau SNRI maka pemakaian benzodiazepine cuma dimaksudkan untuk rekomendasi kedua.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *