LOADING

Type to search

Seni Kaligrafi China Ternyata Bisa Cegah Stres

Seputar Narkoba

Seni Kaligrafi China Ternyata Bisa Cegah Stres

Share

Harus diakui, seni kaligrafi China, Shufa, memang tidak sepopuler barongsai di telinga masyarakat Indonesia. Tapi hal ini tidak menutup minat masyarakat Indonesia akan kesenian khas Tionghoa yang konon sudah berusia 6000 tahun ini.

Dibuat di Atas Bambu

Pada zaman dulu, seni kaligrafi yang satu ini dibuat di atas media yang berupa bambu, dan menggunakan arang hitam sebagai tintanya. Tapi seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, seni kaligrafi China ini kemudian mulai diterapkan di beberapa media lain dan salah satunya adalah kertas.

Salah satu ahli Shufa yang tinggal di Solo, Jawa Tengah, Bakhtiar Kaslam atau Go Siauw Tje,  mengungkapkan bahwa seni kaligrafi ini punya keunikan dalam menentukan tebal dan tipis tulisan. Tidak hanya itu, tinta yang dipakai juga bukan tinta sembarangan.

Tinta yang dipakai tidak diproduksi di negara kita dan kalau di kota Solo menurutnya hanya ada satu toko yang jual tinta ini. Walaupun kertasnya terkena air, nanti tintanya tidak bakal bisa luntur, menurut pria berkacamata tersebut.

Bisa Menghilangkan Stres

Bagi dirinya yang saat ini berusia 68 tahun, Shufa tidak cuma punya makna sebagai kesenian belaka. Namun, juga melibatkan gerak tubuh ketika menyapukan kuas di atas kertas. Butuh fokus yang tinggi dan ketenangan jiwa ketika menyapukan kuas di atas kertas. Ini juga manfaat menekuni Shufa yang menurutnya bisa menghilangkan stres.

Keindahan Shufa tidak hanya menarik minat etnis Tionghoa semata. Terbukti, selama dalam sebuah acara imlek di Solo yang menggelar stan kaligrafi, banyak warga yang bukan etnis Tionghoa rela mengantre untuk memesan kaligrafi ini.

Bagaimana berminat mencoba belajar Shufa untuk meredakan stres?

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *