LOADING

Type to search

Saat Beban Depresi Bersembunyi di Balik Wajah Ceria

Seputar Narkoba

Saat Beban Depresi Bersembunyi di Balik Wajah Ceria

Share

Anda pasti sudah banyak yang tahu bahwa senyuman bisa menyimpan seribu arti. Tidak semua senyum itu adalah tanda sebuah kebahagiaan. Bagi beberapa orang tertentu, senyum yang terpajang di wajahnya bisa jadi adalah sebuah cara untuk menyembunyikan gejala depresi yang ia punya. Gejala depresi seringkali digambarkan sebuah kondisi tubuh yang lesu lunglai, murung, susah berkonsentrasi, dan tidak produktif.

Tapi Anda harus tahu bahwa beberapa orang ternyata memiliki depresi yang terlihat normal dan mereka beraktivitas seperti biasa, seolah segalanya baik-baik saja. Padahal mungkin saja mereka cuma menjalani rutinitas semata tanpa tujuan yang jelas.

Gejala depresi yang mereka miliki tidak terlalu tampak karena tertutupi oleh perilaku normalnya di kehidupan sehari-hari. Mereka bisa tetap kerja atau sekolah, sembari menutupi depresinya dengan senyum yang ia tampilkan.

Senyum yang mereka tunjukkan bisa jadi adalah sebuah “perisai” supaya ia tidak menunjukkan gejala depresi di depan banyak orang yang justru bisa mengekspos kelemahan diri mereka. Senyuman tersebut juga mungkin bisa berarti ia tidak mau membebani siapa pun, termasuk orang-orang terdekatnya, dengan kondisi depresi yang ia alam.

Senyuman yang ia tampilkan juga bisa berarti sebagai “hukuman” bagi diri sendiri, karena menganggap masih banyak orang lain yang lebih menderita dari dirinya dan ia tidak merasa pantas untuk mengeluh dan terlihat bersedih ketika berhadapan dengan orang sekitar.

Walaupun begitu, topeng senyuman ini biasanya akan terlepas dengan sendirinya saat ia sudah dalam kesendirian. Karena ia tidak punya cara untuk berbagi dan meluapkan emosinya, mereka yang menyembunyikan depresinya dibalik senyumannya ini cenderung punya risiko bunuh diri yang lebih tinggi.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *