LOADING

Type to search

Penyebab Serangan Panik dan Cara Mengatasinya

Seputar Narkoba

Penyebab Serangan Panik dan Cara Mengatasinya

Share

Serangan panik (panick attack) merupakan gelombang ketakutan atau kecemasan luar biasa. Biasanya, Anda akan merasakan gejala seperti jantung berdebar keras, sulit bernapas, perasaan tercekik atau tersedak, hingga ketakutan akan mati dan kehilangan kendali saat serangan ini terjadi. Biasanya, setiap orang mengalami 1-2 serangan panik sepanjang hidupnya, tetapi ada juga yang lebih dari itu. Lalu, rasa gentar dan teror yang Anda alami pada situasi ini tak sebanding dengan yang sebenarnya terjadi atau tak terkait sama sekali.

Faktor-faktor penyebab serangan panik

Sampai sekarang, para peneliti masih menduga bila serangan panik adalah salah satu bagian respons pertahanan tubuh saat berada di tengah situasi mengancam. Sayangnya, belum ada studi yang mampu menjelaskan secara pasti penyebab gelombang kecemasan tersebut.

Meski demikian, ada sejumlah faktor yang dapat memicu serangan panik, di antaranya:
-Faktor keturunan atau genetik. Jika Anda punya anggota keluarga yang mengalami serangan panik, maka kemungkinan Anda akan mengalaminya pun semakin besar;
-Mempunyai sejarah pelecehan fisik maupun seksual di masa kanak-kanak;
-Temperamen mudah terpicu, terutama oleh stres maupun emosi negatif. Stres berlebihan yang diakibatkan kehilangan seseorang yang amat berarti pun berpengaruh;
-Mengalami peristiwa traumatis seperti kekerasan seksual atau kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa;
-Menghadapi perubahan besar dalam hidup, misalnya punya anak tanpa perencanaan atau perceraian yang tak diharapkan;
-Perubahan atau ketidakstabilan zat yang berpengaruh pada fungsi otak;
-Konsumsi minuman berkafein dan merokok dalam jumlah berlebih.

Bagaimana cara mengatasi/menangani serangan panik?

Jika Anda mengenal seseorang yang tengah mengalami serangan panik atau malah Anda yang sedang menghadapinya, atasi gelombang tersebut dengan langkah-langkah berikut ini:

-Jangan panik. Dampingi orang yang sedang mengalami pannick attack atau cari seseorang yang bersedia menemani Anda. Melawan serangan panik malah akan memperburuknya;
-Cari tempat yang agak sepi saat berada di tempat tenang. Hindari pertanyaan-pertanyaan yang mengandung asumsi (misalnya, “Apa kamu butuh air?”) dan langsung ajukan pertanyaan seperti, “Katakan apa yang kamu butuhkan sekarang.” Bila saat itu ada obat yang mampu mengatasi panick attack, akan lebih baik untuk segera dikonsumsi;
-Ketika berkomunikasi, gunakan kalimat ringkas dan sederhana. Pasalnya, serangan panik akan membuat seseorang sulit memusatkan perhatian. Selain itu, jauhkan diri dari gangguan yang bisa memberikan efek kejut dan menyibukkan;
-Lakukan kegiatan sederhana yang bersifat repetitif. Contohnya meremas kertas atau angkat kedua tangan Anda di atas kepala;
-Jangan lupa untuk mengatur kembali pernapasan. Praktikan teknik menghirup dari hidung dan keluarkan lewat mulut lambat-lambat selama 10 menit.

Namun, kalau serangan panik terus berlanjut dan semakin parah, sebaiknya Anda berkonsultasi bersama psikiatri atau ahli yang berada di bidangnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *