LOADING

Type to search

Pengidap Depresi Lakukan Penyerangan, Mungkinkah?

Seputar Narkoba

Pengidap Depresi Lakukan Penyerangan, Mungkinkah?

Share

Sekitar bulan November tahun lalu, seorang pelaku penyerangan terhadap Polsek Penjaringan Jakarta Utara katanya mengalami depresi dan ingin bunuh diri, namun ia tidak berani. Dugaan pelaku mengalami depresi masih harus didalami melalui tes kejiwaan.

Vera Itabiliana, seorang psikolog klinis dari Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa mereka yang sedang mengalami depresi umumnya akan lebih fokus pada diri mereka sendiri. Kasus yang terparah adalah bunuh diri. JIka melakukan hal kriminal menurutnya itu faktor lain.

Vera menjelaskan, depresi memang menjurus ke hal negatif karena tubuh mereka yang terkena depresi tidak bisa berfungsi dengan normal. Depresi yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bunuh diri itu memang negatif tapi jika menyerang sepertinya tidak. Mereka yang terkena depresi pada umumnya akan selalu memikirkan melakukan sesuatu yang negatif, tapi tiba-tiba melakukan penyerangan tentu tidak bisa dihubungkan dengan depresi.

Vera menambahkan, jika misalnya ia tiba-tiba menyerang pasti ada hl lain yang tidak bisa dianggap sebagai depresi. Dalam kondisi yan kurang sehat seseorang bisa saja dipengaruhi untuk melakukan sesuatu dan terpikir untuk melakukan sesuatu yang sifatnya tidak positif.

Mereka yang terkena depresi akan kehilangan minat untuk terus menjalani hidupnya bahkan sudah tidak punya keinginan untuk mengurus diri sendiri. Tidak hanya itu, mereka yang depresi juga akan menarik diri dari lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitarnya, dan akan selalu merasa kosong dan hampa.

Setelah menyimak penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa kemungkinan pengidap depresi melakukan penyerangan sangat kecil dan biasanya disebabkan oleh faktor yang lain. Semoga informasi ini bermanfaat!

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *