LOADING

Type to search

Panik Saat Instagram Tidak Bisa Dibuka. Ternyata ada Alasan Psikologis-nya Lho!

Seputar Narkoba

Panik Saat Instagram Tidak Bisa Dibuka. Ternyata ada Alasan Psikologis-nya Lho!

Share

Di zaman sekarang, segalanya jadi terasa mudah dan menyenangkan dengan kehadiran Smartphone. Selain dijadikan sebagai alat komunikasi, smartphone pun kerap diandalkan untuk berselancar di dunia maya, menjelajah sosial media atau berkomunikasi di group chat.

Bahkan bagi mereka yang sudah kecanduan dengan sosial media seperti Instagram, sehari tidak membuka layanan ini (baik karena down atau karena sebab lainnya), pikiran akan sulit fokus dan terasa sangat berdosa saat tidak atau terlambat membalas komentar atau DM yang dikirimkan pengguna lainnya.

Nah, perasaan cemas, bingung atau bosan (dikenal dengan istilah “mati gaya”) yang kerap kamu rasakan saat akun sosial media tidak dapat diakses, ternyata ada alasan psikologisnya lho!

Menurut Veronica Adesla, psikolog klinis dari Personal Growth, kepanikan (perasaan cemas, bingung dan bosan) yang muncul menggambarkan makna posisi platform tersebut bagi kamu. Atau secara garis besar, kamu sudah menganggap platform tersebut sangat penting bagi hidupmu.

Pasalnya, menurut Veronica, reaksi panik biasanya akan muncul saat kamu mengalami peristiwa yang tidak terduga dan membuat kamu takut, cemas, atau mengancam.

Contohnya saja beberapa waktu yang lalu saat pengguna Instagram di Malaysia, Singapura, dan Indonesia mengeluhkan akun mereka tidak bisa diakses. Beberapa orang terlihat mencurahkan ketakutannya lewat Twitter dan sosial media lainnya.

Ada yang resah seluruh fotonya menghilang, jumlah followersnya berkurang, dan bahkan ada yang khawatir Instagram benar-benar error untuk selamanya (ditutup).

Veronica menjelaskan ketika seseorang panik akibat Instagram tidak bisa dibuka, hal ini menunjukkan bahwa Instagram penting untuknya. Karenanya, orang tersebut merasa cemas, takut, terancam oleh hal-hal yang bisa menjadi penyebab maupun diakibatkan oleh kejadian tersebut.

Jika terus dibiarkan, ketergantungan terhadap platform sosial media bisa sangat berbahaya, dan memicu reaksi yang tidak terduga. Contoh kasus, kemarin ada seorang TKW yang mengancam akan berjalan telanjang dari Purwodadi sampai ke Jakarta jika sampai Facebook ditutup di Indonesia.

Memang tidak ada yang bisa memastikan wanita tersebut benar-benar akan melakukan aksinya. Tapi setidaknya, kepanikan karena kabar Facebook (rencananya) akan ditutup telah membuat seseorang bersikap tidak logis dan membahayakan dirinya sendiri.

So, mulailah untuk menghilangkan ketergantungan pada sosial media atau platform online lainnya dengan cara memperbanyak interaksi di dunia maya. Ingat, sebelum ada Instagram, bukankah hidupmu baik-baik saja? Kenapa sekarang harus panik?

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *