LOADING

Type to search

Mereka yang Religius Kebal Depresi. Benarkah?

Seputar Narkoba

Mereka yang Religius Kebal Depresi. Benarkah?

Share

Tidak jarang saat seseorang mengalami depresi, banyak pihak yang menghubungkannya dengan tingkat keimanan seseorang. Seorang pria dari komunitas pencegahan bunuh diri Into The Light, Benny Prawira, menjelaskan hubungan antara tingkat keimanan dan depresi.

Bukan Iman yang Tinggi, Tapi Aktif di Komunitas Agama

Seperti dilansir dari detikhealth, Benny Prawira dalam acara Physical Activity dan Mental Health di Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia, Depok, Kamis (15/11/2018), mengatakan bahwa dari hasil riset sebenarnya bukan tingkat religius individunya. Bukan karena imannya tinggi atau gimana tapi ke komunitas agamanya.

Benny menjelaskan, komunitas agama keberadaannya sangat mudah ditemui di negara kita. Sehingga banyak orang yang cenderung lebih aktif di komunitas agama bisa mengalami tingkat risiko depresi yang lebih rendah.  Hal ini menurut Benny cukup menarik, karena di komunitas ada rasa kepemilikan yang akan melindungi kita dari ancaman depresi.

Institusi Agama Diharapkan Bantu Anggotanya

Tidak hanya itu, menurutnya penting bagi institusi agama untuk membantu anggota mereka yang mengalami masalah kesehatan mental untuk segera mendatangi psikiater atau konseling.Tidak sekedar bilang bahwa mereka kurang beriman tapi sarankan ia untuk segera mencari bantuan ke konseling atau psikiater.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up