LOADING

Type to search

Ketergantungan Narkoba, Penyakit atau Gangguan Kejiwaan?

Seputar Narkoba

Ketergantungan Narkoba, Penyakit atau Gangguan Kejiwaan?

Share

Menurut sebuah info dari centeronaddiction, ketergantungan adalah penyakit rumit pada organ otak dan tubuh manusia yang melibatkan penggunaan satu atau beberapa zat secara terus menerus (kompulsif). Ketergantungan akan menyebabkan seseorang punya kualitas kesehatan bahkan kehidupan sosial yang tidak baik.

Ketergantungan narkoba merupakan penyakit kronis yang sebagian besar disertai dengan perubahan signifikan pada organ otak. Ketergantungan narkoba bisa terjadi karena adanya moral yang lemah, serta kurang adanya kemauan mereka yang sudah kecanduan untuk stop mengonsumsi narkoba.

Temuan dari kesimpulan ini awalnya berasal dari sebuah studi yang dilakukan selama beberapa puluh tahun untuk meneliti efek pemakaian zat pada organ otak. Hasil dari studi tersebut menunjukkan ketika pertama kali mencoba, baik alkohol atau narkoba, seseorang yang melakukannya dengan sukarela memiliki keyakinan bahwa mereka bisa mengendalikan diri.

Tapi seiring dengan berjalannya waktu, biasanya jumlah atau dosis yang mereka kosumsi pun bertambah. Mereka melakukan ini untuk bisa memenuhi tingkat kenikmatan dan kepuasan yang sama seperti saat pertama kali mencobanya. Di saat inilah proses menuju ketergantungan akan dimulai. Di saat yang sama, perubahan progresif di organ otak akan mendorong mereka untuk menggunakan narkoba atau alkohol secara kompulsif. Keinginan ini pun akhirnya sulit atau tidak lagi bisa dikendalikan. Di tahap inilah yang disebut sebagai tahap ketergantungan atau kecanduan.

Dalam penelitian, para peneliti menemukan bagian organ otak mana yang terdapat dopamin (bahan kimia kecil di otak yang berfungsi mengantarkan sinyal dari satu sel otak). Dopamin inilah yang berperan dalam mengatur pergerakan, daya ingat, pembelajaran, rasa senang, emosi, tidur, dan kognisi. Fungsi-fungsi inilah yang bakal dirusak oleh zat-zat dalam narkoba dan alkohol.

Pada organ otak yang sehat, dopamin akan dilepaskan sebagai respon alami dari tubuh, seperti olahraga atau makanan sehat yang dirasa baik untuk tubuh. Tetapi, saat narkoba sudah mengganggu jalur dopamin, ia akan mengajarkan otak kita bahwa alkohol dan narkoba itu juga baik untuk tubuh. Akibatnya, memakai narkoba akan menimbulkan perasaan euforia, yang akan memperkuat keinginan dan perilaku untuk terus menggunakan narkoba tersebut.

Konsekuensi dari kecanduan narkoba yang tidak segera diobati seringkali juga menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental yang sejatinya juga memerlukan perhatian medis. Jika tidak segera di atasi atau diobati dalam waktu yang cepat, penyakit ini bakal semakin lebih parah bahkan dalam kasus yang berat juga bisa mengancam kehidupan Anda.

Karena itu jauhi narkoba sekarang juga!

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *