LOADING

Type to search

Kenali Manik Depresi, Penyebab Desainer Kate Spade Bunuh Diri!

Seputar Narkoba

Kenali Manik Depresi, Penyebab Desainer Kate Spade Bunuh Diri!

Share

Meninggalkan Kate Spade karena bunuh diri memang sangat mengejutkan. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, ternyata selama ini desainer kondang tersebut diketahui mengidap manik depresi (manic depression). Ada yang tahu apa itu manik depresi?

Menurut Veronica Adesla, psikolog klinis dari Personal Growth, menjelaskan jika manik depresi merupakan sejenis gangguan bipolar, yakni gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara ekstrim, termasuk emosi tinggi, mania dan hipomania.

Mania sendiri ditunjukkan khusus dengan perasaan euforia yang berlebihan. Pengidapnya akan merasa sangat senang dan bersemangat, hingga akhirnya dia akan terus memunculkan ide-ide luar biasa, dan dia pun tidak akan pernah diam.

Selain itu, ada beberapa gejala yang biasa ditunjukkan saat penderita manik depresi sudah masuk dalam tahap mania, diantaranya.

  1. Gembira berlebihan.
  2. Merasa dirinya sangat penting, mudah tersinggung dan mudah marah.
  3. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih baik ketimbang orang lain.
  4. Penuh ide dan memiliki perpindahan ide yang sangat cepat.
  5. Mendengar suara-suara ghaib (orang lain tidak dapat mendengarnya).
  6. Kerap menyusun rencana yang tidak masuk akal.

Selain itu, penderita manik depresi pun akan cenderung sulit tidur, kadar aktivitas yang meningkat ekstrem, nafsu makan sangat berkurang, banyak bicara (biasanya bicara cepat), dan lainnya.

Jika tidak terkontrol, manik depresi tergolong sangat berbahaya. Makanya, untuk mengatasi masalah ini, orang dengan gangguan manik depresi, sangat membutuhkan pemeriksaan psikologis oleh psikolog profesional dan psikiater.

Kenapa Bisa Menyebabkan Bunuh Diri?

Berbeda dengan depresi biasa yang cenderung memberikan perasaan tertekan secara searah, manik depresi justru memperlihatkan ancaman dengan emosi yang turun naik. Seperti disebutkan di atas, penderitanya bisa mengalami ayunan perasaan (mood swing) yang sangat ekstrem.

Dalam episode yang paling buruk, penderita manik depresi bisa merasa sangat tidak berarti, semua yang dia lakukan merasa tidak dihargai, marah hingga muncul keinginan untuk bunuh diri.

Mengenai cara mengatasinya, Veronica menegaskan jika manik depresi sama seperti depresi lainnya, bisa disembuhkan, dengan catatan, dilakukan secara cepat dan ditangani oleh professional. Makin dini penanganannya, makin tinggi risiko pengidap manik depresi untuk sembuh.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *