LOADING

Type to search

Kadar Gula dan Lemak Tinggi Dalam Darah Picu Risiko Gangguan Jiwa

Seputar Narkoba

Kadar Gula dan Lemak Tinggi Dalam Darah Picu Risiko Gangguan Jiwa

Share

Banyaknya kasus gangguan jiwa tidak lepas dari beberapa faktor penyebab, mulai dari faktor genetik, tuntutan pekerjaan, trauma berat, kondisi ekonomi, sampai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan yang tinggi lemak dan gula. Studi menunjukkan bahwa tingginya kadar gula dan lemak darah yang disebabkan oleh pola makan buruk bisa memicu gejala gangguan jiwa. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin jika suatu saat kolesterol bisa dijadikan salah satu faktor pengukur risiko depresi.

Apa hubungannya kadar gula dan lemak darah dengan risiko gangguan jiwa?

Sudah cukup banyak studi yang melaporkan bahwa mereka yang makan terlalu banyak gula, garam, dan lemak cenderung mengalami gangguan kecemasan dan depresi. Sebuah studi di negara Iran bahkan mengungkapkan kasus depresi pada pasien yang menderita kencing manis mencapai angka 70 persen.

Mengonsumsi makanan manis sesekali memang ampuh membuat hati menjadi senang. Tetapi jika porsinya berlebih dan terus-menerus dikonsumsi, gula bisa menyebabkan kecanduan yang efek sampingnya tidak beda dengan kecanduan narkoba atau minuman beralkohol. Hal ini bisa terjadi karena gula bisa memicu otak untuk memproduksi dopamin (senyawa yang menyebabkan suasana hati menjadi bahagia).

Saat mengonsumsi gula, tubuh kita akan menghasilkan hormon ini. Ketika kadar dopamin kembali menurun, otak kemudian menyangkanya sebagai “ancaman” sehingga akan memberi sinyal ke tubuh agar kita mengonsumsi gula lagi supaya hormon bahagia bisa diproduksi kembali.

Yang ironis, sensasi ini akan memicu Anda untuk mulai kecanduan. Makin banyak mengonsumsi gula hormon dopamin yang diproduksi menjadi di luar batas wajar. Saat jumlah dopamin sudah terlalu banyak di dalam tubuh, respon yang ditimbulkan malah justru bisa sebaliknya, anda justru bisa menjadi lebih mudah merasa bad mood.

Lalu, bagaimana solusinya?

Memang, tidak semua mereka yang hobi mengonsumsi makanan manis dan asin pasti akan mengidap gangguan jiwa. Gangguan jiwa itu sendiri adalah masalah kesehatan yang cukup rumit, dan bisa disebabkan oleh banyak faktor lain.

Jika selama ini pola makan yang Anda jalani tinggi lemak dan gula, mulailah dari sekarang untuk membatasi dan menghilangkan kebiasaan makan yang kurang baik ini. Kadar lemak dan gula wajib dikontrol dengan mulai mengonnsumsi makanan sehat, rutin berolahraga dan rutin melakukan tes kesehatan. Dengan menjalani gaya hidup sehat tersebut, risiko timbulnya gangguan jiwa bisa diminimalisir.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *