LOADING

Type to search

Hati-Hati, Minum Obat Flu Bisa Dikira Pakai Narkoba Lho!

Seputar Narkoba

Hati-Hati, Minum Obat Flu Bisa Dikira Pakai Narkoba Lho!

Share

Mungkin banyak dari Anda yang belum tahu bahwa mengonsumsi obat-obatan jenis antibiotik, antidepresan, dan antinyeri ternyata juga bisa memengaruhi hasil tes narkoba. Sebuah info yang dikutip dari jurnal Current Psychiatry pada 2006, mengungkapkan bahwa  5-10 persen hasil positif dalam tes narkoba adalah false positive (kebenaran yang sejatinya adalah sebuah kesalahan) karena dipengaruhi obat antidepresan, antibiotik,  obat antinyeri dan obat flu.

False Positive yang Sering Terjadi

Antibiotik berjenis amoxicillin bisa menghasilkan hasil false positive dalam tes penyalahgunaan kokain. Sedangkan untuk antibiotik yang masuk ke dalam golongan quinolone bisa menghasilkan false positive untuk tes penyalahgunaan heroin dan morfin. Bahkan seseorang yang dites sebelumnya mengonsumsi antidepresan berjenis benzodiazepines, bisa memberikan hasil false positive dalam tes penyalahgunaan amphetamine sampai 21 hari setelah ia mengonsumsi.

Sebuah informasi yang dilansir dari sebuah jurnal Psychiatry yang diterbitkan pada tahun 2009 juga diketahui, ada 26 pasien yang terdeteksi false positive narkoba yang sebenarnya cuma mengonsumsi antidepresan sertraline atau Zoloft. Konsumsi pereda nyeri, seperti ibuprofen, juga bisa memberikan hasil false positive pada tes ganja atau marijuana. Hasil tes positif penyalahgunaan ganja juga bisa ditemukan pada mereka yang mengonsumsi pereda nyeri golongan NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs).

Wajib Berhati-hati Konsumsi Obat-obatan

Melihat fakta-fakta yang sudah disebutkan di atas, mulai sekarang kita harus berhati-hati ketika mengonsumsi obat-obatan. Saat sakit ringan, seperti flu, minum obat yang bisa dibeli dengan mudah di warung atau toko obat memang lebih praktis, tapi ada baiknya jika kita mengecek dulu kandungan apa yang ada di dalamnya.

Jika Anda harus menjalani tes penyalahgunaan obat-obatan dan sudah mengetahui sebelumnya ada baiknya untuk tidak mengonsumsi obat-obatan terlebih dulu agar tidak terkena false positive.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *