LOADING

Type to search

Efek Mencium Asap Ganja pada Tubuh Kita

Seputar Narkoba

Efek Mencium Asap Ganja pada Tubuh Kita

Share

Bernama Latin Cannabis sativa, ganja biasanya merujuk pada bagian tanaman yang dikeringkan, meliputi bunga, daun, akar, hingga biji. Kandungan THC dalam ganja mampu memberikan efek high atau mengawang pada para penggunaannya. Pemakai ganja pada umumnya mengolah tanaman tersebut menjadi lintingan seperti rokok, dinikmati memakai bong atau vaporizer, sampai dibuat jadi produk kuliner seperti permen, kukis, brownies, dan teh.

Walau terbilang ‘jinak’ dibandingkan obat rekreasi lainnya, mengisap ganja dalam jangka waktu lama dapat memberikan efek samping seperti:

1.Masalah pernapasan dan jantung

Komponen mariyuana yang terbakar akan memicu masalah pernapasan yang serupa dengan merokok. Di antaranya iritasi pada paru-paru, batuk, dahak berlebih, sampai infeksi paru dan pneumonia. Lalu, tiga jam setelah Anda mengonsumsi ganja, akan ada peningkatan detak jantung yang signifikan. Hal ini akan menaikkan risiko Anda terkena penyakit atau serangan jantung yang lebih tinggi di kemudian hari.

2.Perubahan sejumlah struktur otak

Efek samping ganja selanjutnya adalah mampu mengubah struktur otak, terutama pada hipokampus, nucleus accumbens, amygdala, dan prefontal cortex. Peneliti dari Massachusetts General Center for Addiction, Jodi Gilman, menyatakan bahwa pemakai ganja yang sedang memasuki tahap kecanduan akan mengalami perubahan pada struktur otak hingga pembentukan koneksi baru terhadap adiksi.

3.Gangguan kesuburan dan janin

Wanita yang mengonsumsi ganja dalam jangka waktu panjang akan lebih rentan mengalami gangguan pada kesuburan. Sementara pada pria, akan ada penurunan testosteron yang mengurangi kadar sperma. Kemudian, bagi wanita yang sedang mengandung, ganja yang dikonsumsi akan menghambat tumbuh kembang janin—terutama pada otak. Sehingga bayi akan sulit fokus hingga mengingat sesuatu.

4.Melemahkan kekebalan tubuh

Berikutnya, kadar THC yang cukup tinggi berpotensi merusak sel serta jaringan yang berperan sebagai proteksi terhadap penyakit-penyakit tertentu. Hal tersebut akan menyebabkan para pengguna mariyuana lebih rentan terserang penyakit, bahkan yang ringan seperti batuk, pilek, dan gangguan kesehatan lain yang berasal dari virus.

5.Menurunkan kecerdasan kognitif

Tak hanya mempengaruhi fisik, ganja juga memberikan dampak negatif pada mental. Jika Anda memakai ganja, maka Anda akan sukar dalam belajar, berkonsentrasi, dan mengingat sesuatu. Tingkat keparahan pun akan semakin tinggi bila pemakaian sudah dilakukan sejak remaja. Salah satunya adalah penurunan nilai IQ yang cukup signifikan.

6.Peluang munculnya tanda-tanda psikotik

Terakhir, mengisap ganja dapat meningkatkan peluang munculnya gejala psikotik seperti halusinasi, delusi, hingga gangguan berpikir. Bahkan pengguna ganja pun akan mudah depresi, gugup berlebihan, terkena skizofrenia, hingga ingin bunuh diri. Hal-hal tersebut sering kali dialami pengguna yang telah kecanduan ganja.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan meningkatkan kewaspadaan Anda pada ganja!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *