LOADING

Type to search

Cukai Rokok Naik, Bisakah Mengurangi Jumlah Perokok di Indonesia?

Seputar Narkoba

Cukai Rokok Naik, Bisakah Mengurangi Jumlah Perokok di Indonesia?

Share

Berbagai cara dilakukan untuk menghadang para perokok terus tumbuh di Indonesia, dari mulai larangan merokok di tempat-tempat umum, pembatasan usia minimal boleh membeli rokok, hingga pemasangan peringatan di bungkus rokok dengan gambar yang sangat mengerikan.

Hasilnya? Tetap saja perokok jumlahnya sulit dikendalikan. Tidak hanya orangtua, anak di bawah umur pun sekarang sudah mulai terang-terangan merokok di tempat-tempat umum.

Bisakah menaikan harga cukai rokok mengendalikan jumlah perokok?

Seolah enggan menyerah, belakangan ini terdengar kabar wacana pemerintah Indonesia yang ingin menaikkan harga cukai rokok. Tujuannya, agar anak-anak dan masyarakat menengah ke bawah, berpikir 2 kali saat memutuskan untuk membeli rokok.

Secara tidak langsung, kondisi ini akan membuat mereka memaksakan diri untuk berhenti dari kebiasaan merokok, sehingga perekonomian keluarga pun akan meningkat. FYI, menurut survei terbaru, pengeluaran untuk rokok merupakan kedua tertinggi setelah pengeluaran untuk membeli beras.

Hal ini diutarakan oleh Abdillah Ahsan, Wakil Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia. Menurutnya, sekarang ini penduduk Indonesia sudah mulai merokok sejak usia muda. Hal ini tidak lepas dari harga rokok yang sangat terjangkau, bahkan oleh anak-anak usia sekolah.

Padahal dengan menekan jumlah perokok, jumlah masyarakat yang sehat pun meningkat. Otomatis kondisi ini akan berimbas kepada beban biaya BPJS yang menurun, jumlah pengeluaran rokok bisa ditekan, dan harapan hidup masyarakat lebih tinggi.

Selain itu, menurut penelitian studi Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, dan diterbitkan dalam Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, menyebut jika 82 persen responden setuju harga rokok dinaikkan.

Sementara saat diminta pendapat berapa harga rokok yang bisa mereka jangkau, 72 persen responden mengaku akan berhenti merokok jika harganya sudah menginjak angka 50 ribu.

Namun meskipun begitu, Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, menilai jika kebijakan menaikkan harga pita cukai rokok harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap.

Menurutnya, ada banyak efek samping jika kenaikan ini dilakukan secara tiba-tiba, seperti jumlah produksi yang turun drastis hingga berimbas kepada risiko PHK massal, hingga risiko penyebaran rokok ilegal dan rokok palsu yang akan meningkat drastis.

Jadi bagaimana menurut Anda, apakah menaikkan harga rokok merupakan langkah terbaik mengurangi jumlah perokok di Indonesia?

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *