LOADING

Type to search

Cara Atasi Depresi Setelah Patah Hati

Seputar Narkoba

Cara Atasi Depresi Setelah Patah Hati

Share

Tidak sama dengan rasa sedih dan amarah biasa, depresi bukan keadaan yang wajar ditemui. Depresi merupakan penyakit mental yang bisa disebabkan karena adanya ketidakstabilan emosi dan hormon otak dalam jangka panjang. Depresi juga bisa disebabkan oleh trauma di masa lalu, contohnya patah hati atau putus cinta. Tetapi pada beberapa kasus, depresi ternyata juga bisa muncul tanpa didahului oleh penyebab atau pemicu apapun.

Depresi bisa berefek negatif pada perasaan, suasana hati, selera makan, stamina, fokus dan pola tidur mereka yang menderitanya. Ketika depresi, mereka akan merasa hilang motivasi atau semangat, putus asa, terus-menerus merasa sedih dan gagal dan terlalu mudah merasa lelah.

Apa Saja Gejala Depresi yang Disebabkan oleh Patah Hati?

Berikut adalah beberapa gejala depresi karena patah hati

  1. Menarik diri dari lingkungan keluarga dan sosial.
  2. Terus merasa hampa, sedih atau putus asa sepanjang hari dan setiap hari.
  3. Kehilangan motivasi, semangat dan stamina seolah-olah tidak ada lagi harapan
  4. Kesulitan saat harus mengambil keputusan
  5. Mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasa atau bisa juga sebaliknya menjadi lebih banyak dari biasanya.
  6. Mengalami penurunan berat badan atau sebaliknya mengalami kenaikan berat badan yang drastis
  7. Tidur lebih sebentar atau tidur lebih lama dari biasanya
  8. Kehilangan minat untuk aktif bergerak
  9. Selalu merasa bersalah, gagal, dan sendiri.
  10. Selalu berpikiran negatif
  11. Emosi tidak terkendali, mudah kecewa, marah, dan tersinggung
  12. Rasa cemas yang berlebihan.
  13. Adanya pikiran untuk melakukan bunuh diri dan/atau bahkan sampai mencoba bunuh diri.

Bagaimana Solusinya?

Ambillah waktu menyendiri setelah ditinggal oleh orang tercinta. Ingatlah bahwa memendam emosi malah bisa berdampak buruk bagi kesehatan, baik itu fisik maupun mental. Anda harus menghadapi kenyataan yang pahit itu. Berpikirlah bahwa yang lalu biarlah berlalu. Terima kenyataan akan membuat Anda menjadi lebih mudah untuk melalui kesediahan tersebut, ketimbang mencoba melawan atau menolaknya mentah-mentah.

Sibukkan diri Anda dengan kegiatan yang Anda senangi dengan cara Anda sendiri. Contohnya, bertemu dengan teman untuk sekadar minum kopi di kafe dan menggelar sesi curhat dengannya. Atau bisa juga dengan nonton film lucu, atau liburan ke tempat wisata yang sudah lama Anda impikan. Dengan begini, Anda bisa sekaligus menghilangkan stres saat sedang berusaha melipur lara setelah putus cinta.

Jika cara-cara di atas belum ampuh juga, berkonsultasi dengan ahlinya bisa menjadi solusi terbaik. Selamat mencoba!

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *