LOADING

Type to search

Cap Gorilla, Ganja Sintetis dengan Efek yang Jauh Lebih Mengerikan

Seputar Narkoba

Cap Gorilla, Ganja Sintetis dengan Efek yang Jauh Lebih Mengerikan

Share

Walaupun ganja sintetis, Cap gorilla bukan ganja. Ganja sintetis merupakan hasil campuran bahan kimia industri yang disemprotkan pada daun kering dan potongan rumput lalu dibungkus sedemikian rupa dan dijual dengan beberapa nama samaran, seperti Ganesha, Hanoman, Thunderbear, Cap Badak, dan Cap Gorilla (paling terkenal).

Ganja sintetis ini masuk ke dalam golongan obat yang disebut “zat psikoaktif baru” kategori narkotika golongan 1. Zat psikoaktif baru merupakan jenis narkoba psikoaktif yang dibuat untuk menyalin efek obat-obatan terlarang yang dalam hal ini, ganja sintetis meniru efek dari ganja tradisional. Walaupun katanya tiruan (sintetis), ganja sintetis ini efeknya bisa ratusan kali lebih kuat daripada ganja biasa.

Diciptakan bukan untuk Dipakai oleh Manusia

Seorang ilmuwan bernama John W. Huffman, yang sebenarnya dikenal sebagai pencipta ganja sintetis ini tidak merekomendasikan masyarakat  mengonsumsi senyawa tersebut karena pada dasarnya ganja sintetis ia ciptakan bukan untuk konsumsi manusia. Senyawa ini diciptakan oleh John William Huffman, yang merupakan lulusan Harvard dan profesor kimia organik di Clemson University, atas alasan medis untuk menyelidiki efek ganja pada hewan penelitian di laboratorium yang terkontrol. tetapi senyawa ini tidak pernah ia maksudkan untuk dipakai oleh manusia.

Tapi sayang, di tahun 2008 setelah publikasi karyanya, satu jenis ganja sintetik yang disebut JWH-018 secara tiba-tiba muncul di sebuah laboratorium forensik di Jerman Jerman. Diberi mana “Spice” dan ganja sintetis ini kemudian menyebar ke pelanggan yang penasaran dengan ganja jenis baru ini. Yang lebih miris, ganja sintetis ini sangat mudah dan cepat untuk dibuat.  Ditambah lagi [roses produksinya yang tergolong murah meriah, maka tidak butuh waktu lama bagi bandar jalanan untuk kemudian memanfaatkan peluang tersebut dan membuka pasar baru untuk ganja sintetik.

Apa Efek Mengonsumsi Ganja Sintetis?

Bahan-bahan kimia yang terdapat dalam ganja sintetis ini cara kerjanya mirip THC (senyawa psikoaktif alami dalam tanaman ganja). Baik THC maupun senyawa kimia sintetik mengikat pada sistem reseptor CB1 di otak untuk menghasilkan efek sensasi bahagia yang amat sangat (euforia). Namun, satu hal yang harus diketahui adalah ganja sintetis punya daya rusak yang jauh lebih mengerikan dari ganja asli.

Efek samping seperti nyeri dada, muntah-muntah, pusing, peningkatan denyut jantung, penglihatan menghitam, kerusakan ginjal sakit kepala, kerusakan ginjal, ngilu, linglung, pupil membesar, kejang, kedutan, penglihatan menjadi gelap, turunnya kadar kalium dalam darah, serta glukosa meningkat bisa dirasakan oleh penggunanya.

Penggunaan ganja sintetis juga dihubungkan dengan perubahan perilaku (cepat emosi), halusinasi, sampai gejala psikosis. Dalam beberapa kasus, efeknya bahkan bisa sampai menyebabkan penggunanya terkena stroke, darah tinggi, sesak napas, serangan jantung, gagal jantung akut, atau bahkan kematian. Sangat mengerikan bukan?

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *