LOADING

Type to search

Bisakah Bayi yang Positif Narkoba Diobati?

Seputar Narkoba

Bisakah Bayi yang Positif Narkoba Diobati?

Share

Ketika sedang mengandung, asupan apa saja yang Anda santap akan dikonsumsi pula oleh janin. Jika Anda mengonsumsi makanan sehat, maka perkembangan sang jabang bayi pun akan baik. Akan tetapi, apa jadinya kalau Anda memasukkan narkoba ke dalam tubuh selama masa kehamilan? Sudah dapat dipastikan janin bakal jadi ‘pengguna narkoba’, karena zat-zat berbahaya tersebut masuk lewat plasenta. Dalam kasus yang lebih buruk, bayi secara tak langsung positif terpapar narkoba.

Berikut ini daftar narkoba yang dilarang dikonsumsi para ibu hamil:

-Heroin. Janin yang ‘mengonsumsi’ heroin dari ibunya akan mengalami risiko sulit bernapas, berat badan di bawah normal, glukosa rendah, pendarahan, hingga menderita gejala putus obat seperti kejang, terus menangis, demam, diare, dan gangguan tidur. Bahkan bayi pun berisiko menderita hepatitis C sampai HIV;

-Kokain. Anda yang menggunakan kokain selama hamil akan berpeluang lebih besar mengalami keguguran hingga janin meninggal dalam kandungan. Sementara saat sang buah hati lahir, dia akan mempunyai kondisi fisik dan mental yang terganggu. Bayi yang positif terpapar narkoba pun akan lebih mudah tertular hepatitis C dan HIV;

-Mariyuana. Disebut pula dengan ganja, obat ini akan mengurangi pasokan oksigen pada janin, karena kadar karbon monoksida dan karbon dioksida yang tinggi. Kemudian, bayi pun akan lebih mudah gelisah dan terkejut selepas dilahirkan. Ketika beranjak dewasa, dia akan kesulitan saat menghafal dan memusatkan konsentrasi;

-Amfetamin. Memasok amfetamin saat Anda hamil akan menaikkan risiko lepasnya plasenta dari dinding rahim lebih awal hingga masalah tumbuh kembang anak (misalnya berat badan rendah). Jika bayi berhasil dilahirkan, dia akan ikut kecanduan seperti Anda dan mengalami gejala putus obat yang cukup parah;

-PCD dan LCD. Bagi Anda yang menggunakan PCD dan LCD selama masa kehamilan, maka bayi yang kelak dilahirkan akan berisiko mempunyai berat badan rendah, sulit mengendalikan gerak otot, tremor atau gemetaran, mudah lesu, menderita kerusakan otak, hingga membuatnya bermasalah dengan perilaku, emosi, dan pembelajaran.

Apa bayi yang positif narkoba punya peluang sembuh?

Bayi-bayi yang lahir dari ibu yang menyalahgunakan obat dari dokter sebagai rekreasi biasanya butuh asupan narkoba dengan jenis yang sama. Jika tidak, sang buah hati akan mengalami sakau. Maka dari itu, dokter maupun perawat yang menanganinya harus tahu dosis yang tepat untuk menghindari efek withdrawal pada bayi. Tak sampai di situ, bayi dianjurkan mengikuti rehabilitasi seperti orang dewasa bila dia sudah melewati masa sakau. Jika dilaksanakan dengan tepat, kemungkinan anak tumbuh seperti anak normal pun akan semakin besar.

Semoga informasi ini membantu Anda terhindar dari penyalahgunaan narkoba atau obat dokter saat sedang hamil.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *