LOADING

Type to search

Benarkah Perokok Erat dengan Dunia Narkoba?

Seputar Narkoba

Benarkah Perokok Erat dengan Dunia Narkoba?

Share

Bisa dibilang, rokok adalah narkoba paling murah dan dijual dengan bebas sehingga sangat mudah mendapatkannya. Cukup dengan selembar uang Rp 2.000,00  kita sudah bisa mendapatkan sebatang rokok yang di dalamnya mengandung beribu macam zat kimia. Ingat, sampai saat ini, tidak ada satupun produk farmasi yang berisikan ribuan macam zat kimia yang bisa dibeli dengan harga yang sangat murah.

Itulah sebabnya, siapapun bisa dengan mudah mendapat sebatang rokok, baik mereka yang sudah dewasa maupun anak-anak. Kenikmatan, walaupun sementara, sudah menjadi magnet bagi mereka yang termasuk pribadi-pribadi labil yang tidak puas akan kenyataan hidup ini atau bagi para anak muda sebagai teman setia saat kumpul-kumpul dengan teman-temannya.

Jadi tidak heran jika merokok sudah menjadi salah satu kebiasaan buruk yang sangat populer di masyarakat kita. Menurut laporan Breslau dkk tahun 2001, satu dari empat orang dewasa di negara Amerika Serikat ketergantungan terhadap nikotin, walaupun memang akhir-akhir ini ketenaran merokok di negara yang dipimpin oleh Donald Trump terus menurun.

Penduduk negara kita sendiri adalah salah satu konsumen rokok paling besar di dunia, sekaligus punya produksi rokok yang juga besar. Fakta-fakta inilah yang kemudian membuat berbagai perusahaan rokok dari luar, yang salah satunya adalah Philip Morris, berebut ingin menguasai pangsa pasar di Indonesia.

Dan akhirnya menyebabkan penyakit-penyakit berhubungan dengan rokok juga diimpor. Penyakit kardiovaskular dan kanker, terutama kanker paru, saat ini menduduki urutan nomor satu penyebab kematian di negara kita.

Ada beberapa tahap yang akan dialami seorang perokok sampai akhirnya menjadi pecandu rokok.

Eksperimental atau coba-coba

Di tahap ini, mereka mulai menghirup rokok sebagai pelarian dari stress sehari-hari, untuk mencari ketenangan, dan lain-lain.  Di tahap ini perokok merasa yakin masih bisa mengontrol kebiasaan merokoknya.

Penggunaan rutin

Di tahap ini, perokok mulai dikendalikan oleh efek buruk nikotin. Perokok akan menyangkal bahwa ia tidak sanggup mengendalikan kebiasaan merokoknya, menyangkal merokok bisa menimbulkan berbagai penyakit fatal, walaupun sebenarnya ia tahu bahaya-bahaya merokok, tetapi kenikmatan semu merokok sudah terlanjur menutupi kecemasan dan akal sehatnya.

Ketergantungan

Di tahap inilah rokok sudah menjadi sahabat setia dan tanpa merokok, perokok akan mengeluh berbagai macam keluhan, seperti mulut pahit hingga badan demam. Saat keluhan ini muncul, ia akan merokok lagi. Saat ini bukan sekedar mencari kenikmatan seperti tahap awal, tapi untuk menghindarkan diri dari kesakitan yang berulang jika tidak merokok tersebut.

Melihat fakta di atas bahwa rokok biasanya berawal dari coba-coba, rasa ingin tahu maupun rasa setia kawan, maka sepertinya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa mereka yang merokok rentan juga terhadap narkoba lainnya.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *