LOADING

Type to search

Benarkah Olahraga Bisa Atasi Depresi?

Seputar Narkoba

Benarkah Olahraga Bisa Atasi Depresi?

Share

Saat ini ada cukup banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati seseorang yang mengalami depresi. Obat-obatan antidpresan dan psikoterapi merupakan jenis penanganan yang paling sering dipakai untuk mereka yang sedang mengalami depresi.

Selain itu, ada cukup banyak orang yang mengatakan bahwa olahraga juga bisa membantu meringankan gejala depresi. Memang hal ini masih dalam perdebatan di antara para peneliti, tapi saat ini sudah cukup banyak psikolog/psikiater yang memakai olahraga sebagai salah satu strategi untuk membantu pasiennya mengatasi depresi.

Depresi punya beberapa gejala dan yang termasuk gejala yang biasa muncul adalah merasa down/sedih dalam waktu yang lama, gelisah, kurangnya kenikmatan dan kurangnya minat walaupun untuk melakukan hobi dan kegiatan lain yang sejatinya kita senangi. Mereka yang mengalami depresi tubuhnya sering merasa lelah dan akhirnya malas dan tidak mampu melakukan aktivitas fisik dengan maksimal.

Olahraga, seperti jogging, berjalan, bersepeda, hiking dan berenang adalah beberapa olahraga yang sering direkomendasikan untuk dilakukan untuk mencegah, mengurangi atau bahkan menghilangkan depresi. Apa sebabnya? Karena olahraga tersebut bisa memberi kesempatan seseorang yang sedang depresi untuk bersosialisi dengan lingkungan dan menjadi aktif. Berolahraga juga memiliki efek yang baik pada metabolisme otak, selain untuk mengatasi depresi itu sendiri.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Cochrane Collaboration, yang menguji manfaat dari olahraga untuk mereka yang menderita depresi, menemukan bahwa sudah ada 39 penelitian yang melibatkan hampir 2.330 partisipan yang menggunakan olahraga sebagai alat untuk mengatasi depresi. Sebagian besar penelitian tersebut meneliti olahraga berjalan dan jogging dan berjalan, sedangkan beberapa studi lainnya meneliti olahraga latihan beban dan bersepeda.

Jenis olahraga yang diteliti dalam studi-studi tersebut melibatkan mereka yang mengalami depresi, Mereka disuruh untuk rutin berlari selama 1-16 minggu. Hasilnya ternyata olahraga berpengaruh dalam mengatasi depresi, walaupun pengaruhnya tidak besar.

Berdasarkan fakta dari penelitian di atas, olahraga memang berpengaruh dan bisa menurunkan tingkat depresi seseorang, walaupun tidak cukup besar pengaruhnya. Agar hasilnya lebih maksimal, olahraga harus tetap dilakukan bersamaan dengan pengobatan standar yang biasa diberikan oleh para psikiater pada pasiennya yang terkena depresi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *