LOADING

Type to search

3 Obat Legal yang Dapat Membuat Candu

Seputar Narkoba

3 Obat Legal yang Dapat Membuat Candu

Share

Mungkin banyak dari Anda yang menyangka bahwa obat legal itu semua aman dan tidak berbahaya. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena ada bebeberapa obat legal yang dapat membuat candu jika disalahgunakan. Apa saja? Berikut adalah beberapa di antaranya.

Morfin

Morfin adalah obat opiat yang biasa diresepkan untuk mengobati rasa sakit tingkat sedang sampai berat. Obat ini bisa sangat candu, karena mampu mengubah cara tubuh merasakan & merespons rasa sakit. Obat yang sebenarnya legal jika memang dianjurkan atau diresepkan oleh dokter ini biasa dikonsumsi secara oral, suntikan atau memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena (intravena).

Penyalahgunaan morfin dalam jangka panjang akan menyebabkan sifat penghilang rasa sakitnya tidak akan bekerja dengan baik lagi. Penggunaan jangka panjang juga bisa menyebabkan gejala putus obat dan gejala penarikan, seperti rasa gelisah yang berlebih, nyeri otot, berkeringat, pilek dan mual.

Fentanil

Obat legal selanjutnya yang dapat membuat candu ini merupakan narkotika yang 80-100 kali lebih manjur jika dibandingkan dengan morfin. Tapi sama juga dengan morfin, fentanil bisa membuat kecanduan. Fentanil biasa diresepkan secara medis untuk mereka memiliki rasa sakit kronis.

Tidak seperti morfin, obat ini bersifat sintetis, sehingga menjadikannya bagian dari kelas opioid. Efek fentanil cukup cepat, tapi menghilang dengan agak cepat juga.  Beberapa efek samping fentanil adalah kelelahan, mual, gatal dan muntah. Penyalahgunaan fentanil dengan mengkonsumsi terlalu banyak pada satu waktu bisa menekan sistem pernapasan sampai berujung kematian.

Seconal

Seconal merupakan barbiturat, dan golongan obat ini biasa diresepkan untuk membantu mengurangi rasa gelisah dan sulit tidur. Seconal  juga biasa diberikan kepada beberapa pasien yang akan dioperasi agar tetap tenang.Sebagian besar resep untuk pengobatan ini tidak bisa diulang karena adanya potensi kecanduan.

Efek putus obat spontan akan cukup signifikan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Gejala-gejalanya meliputi rasa cemas berlebih, otot berkedut, sulit tidur, dan mengalami mimpi buruk. Efek yang lebih berat seperti halusinasi, kejang, dan walaupun dalam kasus yang jarang terjadi, bisa menyebabkan kematian.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *