Radio Streaming


Bnn Kota Jakarta Utara Secara Masif Kampanyekan Bahaya Narkoba

Guna mengampayekan bahaya narkoba khususnya di wilayah Jakarta Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara menggelar acara untuk memperingati Hari Anti Narkotika Internasional 2017 dan merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 dengan mengusung tema ‘Merdeka tanpa Narkoba’, bertepatan dengan hari bebas berkendara, pada Minggu (20/8) di jalan Boulevard Utara, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Acara dihadiri oleh AKBP, Yuanita Ameliasari, SE, M.Si (Kepala BNN Kota Jakarta Utara), Diah Setia Utami (Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi DKI Jakarta), perwakilan dari pemerintah Jakarta Utara, Dewi Motik (public figure), Imam Maliki Ralibi (Ketua GRANAT Kota Bekasi), Komunitas Motor Besar Harley Davidson Indonesia dan beberapa elemen masyarakat yang ada di Jakarta Utara. Dan, acara tersebut didukung oleh perusahaan-perusahaan swasta.

Menyadari bahaya narkoba yang dapat merusak generasi muda, BNN Kota Jakarta di peringatan HANI 2017 dan perayaan HUT RI ke-72 kembali mengajak masyarakat untuk mengampayekan lebih masif bahaya narkoba bagi kehidupan berbangsa agar terbebas dari narkoba.

Pada acara tersebut, terdapat booth BNN yang dapat memberikan informasi terkait bahaya narkoba Selain itu,  masyarakat bisa mengetahui informasi program rehabilitasi korban narkoba. Tidak hanya itu, pada kesempatan itu, pihak BNN Kota Jakarta Utara juga memberikan apresiasi pada pengguna narkoba yang berhasil mengikuti rehabilitasi yaitu Rihana, Ivanovanto, Maulana dan Firdaus sudah memiliki fungsi sosial dan diterima di masyarakat.

Kepala BNN Kota Jakarta Utara, AKBP Yuanita Ameliasari, SE, M.Si  mengutarakan momen hari besar dijadikan untuk mengampayekan bahaya narkoba di wilayah Jakarta Utara. “Ini menjadi bentuk keprihatinan kami pada masyarakat yang banyak terjerumus dengan narkoba. Dan, banyak korban penyalahguna narkoba yang belum dan masih ada keraguan untuk merehabilitasi,” ujarnya.

Sebagai kota bisnis, Jakarta Utara memiliki kepadatan penduduk yang tinggi sehingga berpotensi konflik dengan beragam persoalan yang dihadapi masyarakat. Tingkat kepadatan penduduk juga berpotensi masyarakatnya terjerumus dengan obat-obatan terlarang.

Yuanita menambahkan dari data hasil penelitian terkait narkotika ada sekitar 40-50 orang meninggal setiap harinya akibat mengonsumsi narkoba. Tidak menutup kemungkinan di Jakarta utara banyak yang menjadi korban narkoba terutama di perkampungan yang padat penduduk dan kawasan yang memiliki tingkat stress yang tinggi sehingga mereka menggunakan narkoba.

Untuk itu, BNN Kota Jakarta Utara juga melakukan gerakan massif dalam mengampayekan bahaya narkoba. Di Jakarta Utara ada 50 rewalan narkoba yang sudah dilantik dari beberapa kecamatan yang sudah dipilih ada dari kelurahan Marunda, Cilincing dan Tanjung Priuk. Dan masing-masing kelurahan mempunyai kader dengan keterampilan dan keahlian masing-masing untuk mengampayekan bahaya narkoba di lingkungannya.

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi DKI Jakarta, Diah Setia Utami menyampaikan peringatan dua hari besar HANI 2017 dan HUT RI ke-72 menjadi momen untuk menggerakan seluruh masyarakat turut mengampayekan bahaya narkoba. Dalam hal ini, pihaknya ingin visi sebagai penggerak dan berkontribusi pada program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dapat terwujud.

“Acara hari ini melibatkan berbagai komponen masyarakat dengan harapan awareness pada masalah narkoba terus meningkat. Karena masalah narkoba bukan masalah pemerintah dan bukan masalah organisasi tertentu tetapi masalah bersama yang semua elemen bisa berpartisipasi dan berkontribusi menangani masalah narkotika di Indonesia khususnya di wilayah Jakarta Utara,” ucapnya.

Dukungan dari Berbagai Elemen

Upaya yang dilakukan BNN Kota Jakarta Utara dalam mengampayekan bahaya narkoba juga mendapatkan sambutan baik dari berbagai elemen masyarakat. Terlihat banyak pihak yang terlibat pada acara dengan tema “Merdeka tanpa Narkoba yang digelar di Kelapa Gading. Salah satunya dari Komunitas Motor gede, Anak Elang Harley Davidson Indonesia. Bahkan komunitas yang memiliki 5000 anggota sepakat untuk melakukan komitmen membantu BNN Kota Jakarta Utara turut mengampayekan bahaya narkoba ke masyarakat.

Suherli, Director HOG-Anak Elang Harley  Davidson Indonesia mengatakan pihaknya terdorong untuk terlibatan di acara BNN Kota Jakarta Utara untuk memberikan dukungan pada BNN untuk mengampayekan bahaya Narkoba.

Pada kesempatan itu, komunitas Anak Elang Harley Davidson Indonesia menandatangani komitmen Anti Narkoba dengan BNN Kota Jakarta Utara. “Pihaknya sadar narkoba menjadi musuh besar dan bahaya bagi generasi muda. Terutama sebagai biker sadar bahwa berkendara harus selalu dalam keadaan sehat dan tidak dalam pengaruh alkohol dan narkoba,” kata Suherli.

“Kami tidak henti-hentinya saling mengingatkan pada anggota bahwa narkoba sangat merusak tubuh dan sudah banyak contoh korban narkoba yang sakit bahkan meninggal akibat mengonsumsi narkoba. Komitmen ini harus dijalankan bersama supaya tidak terjerumus pada narkoba,” tambah Suherli saat ditemui usai penandatangan komitmen, di lokasi acara.

Selain dari komunitas, dukungan kampanye bahaya narkoba juga disampaikan oleh public figure  yang saat itu hadir yaitu Dewi Motik. “Sejak remaja saya sudah tahu kalau narkoba dapat merusak fisik (tubuh) bahkan dapat merusak generasi bangsa,” ujar Dewi Motik.

Kehadiran ketua GRANAT Kota Bekasi, Imam Maliki Ralibi yang sudah eksis pada program pencegahan narkoba di kota-kota di Indonesia sejak 1997 juga memberikan dukungan kampanye bahaya narkoba. “Setiap ada kegiatan pencegahan narkoba ada kesempatan selalu hadir,” ucapnya.

“Narkoba sangat berbahaya dapat merusak fisik, jika sudah kecanduan bisa mengakibatkan kematian. Yang lebih menakutkan narkoba menjadi ancaman bagi generasi  muda. Tanpa narkoba dengan sistem pendidikan kurang baik saja sulit untuk mengejar ketertinggalan dengan Negara tetangga.  Apalagi ditambah mengonsumsi narkoba makin sulit untuk mengejar. Sulit untuk bangkit,” tambah Imam.

Kehadirnnya secara pribadi dan mewakili GRANAT, Imam memberikan dukungan penuh atas upaya dari BNN Kota Jakarta Utara pada program pencegahan penyalahgunaan obat terlarang yang sudah banyak memakan korban. Selama ini GRANAT lebih banyak melakukan program pencegahan. Salah satunya melakukan penyuluhan untuk memberikan pemahaman pada generasi muda akan bahaya narkoba.