Radio Streaming



Indonesia Darurat Narkoba

Daya rusak Narkoba lebih  serius dibanding korupsi  dan terorisme karena  merusak otak yang tidak  ada jaminan sembuh. Penduduk Indonesia ± 240  juta jiwa sebagai pasar  potensial narkoba.
Penyalah guna narkoba di  Indonesia ± 5 juta orang

Ditemukan 66 jenis narkoba baru (NPS) baru 44 jenis yang masuk di Permenkes no. 2 / 2017. Narkoba telah menyebar  ke seluruh pelosok wilayah  dan menyasar kalangan  anak-anak (regenerasi  pangsa pasar. Diperkirakan 40 - 50 orang  meninggal dunia per hari  karena narkoba (Potensi Loss  Generation) dan kerugian  akibat penyalahgunaan  Narkoba ± 63,1 trilyun rupiah. Jaringan narkoba yang  beroperasi di Indonesia  berskala internasional dengan  dukungan modal yang besar.

22 Lapas Di Indonesia menjadi sarang peredaran Narkoba.Terungkap 60 Jaringan  Narkoba yang dikendalikan  narapidana di 22 Lapas. Para Narapidana kasus  narkoba masih mengendalikan  peredaran narkoba dari dalam  penjara. Penegakan hukum  belum memberikan efek jera. Jaringan Internasional yang  beroperasi di Indonesia: Afrika  Barat, Iran, Tiongkok,  Pakistan, Malaysia, Eropa. Jalur masuk narkoba di  Indonesia terutama melalui  jalur laut dan pelabuhan tidak  resmi (jalur tikus). Peredaran Narkoba di  Indonesia diindikasi kuat  sebagai instrumen Proxy War  oleh negara-negara asing

50,34% Pengguna narkoba adalah kalangan aktif, yaitu pekerja.

27,32% Pelajar dan mahasiswa

22,34% Pengangguran

Jenis dari Narkoba dan Zat Psikotropika ini memiliki berbagai jenis dan berbagai efek.  Jenis – jenis berdasaran garis besar efek nya adalah :

  1. Halusinogen :
    • LSD (ELSID)
    • MESCALINE PEYOTE
    • ECSTACY
    • MAGIC MUSHROOMS
  2. Depresan :
    • ALOKOHOL
    • INHALANSIA
    • METHADONE
    • OPIAT (MORFIN, HEROIN)
    • SEDATIF-HOPNOTIK
    • GANJA
  3. Stimulan :
    • AMFETAMIN
    • METHAMFETAMIN
    • KOKAIN
    • MDMA(xtc)
    • NIKOTIN
    • KAFEIN

Akses mendapatkan narkoba dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu membeli atau diberi. Membeli artinya ada kebutuhan pakai narkoba sehingga harus ada upaya dari penyalahguna untuk mendapatkan narkoba secara aktif. Sementara diberi, sifatnya lebih pasif karena tidak ada upaya mencari dan ini lebih mengindikasikan ada upaya untuk penyebarluasan dan peningkatan jumlah penyalahguna yang merupakan bagian dari peredaran gelap narkoba.

Memberikan edukasi mengenai bahaya keterlibatan Narkoba akan terus dilakukan, hingga kemungkinan menggunakan Narkoba dan sejenis nya hilang sama sekali. Narkoba bukan membahayakan diri sendiri saja, tetapi juga lingkungan sekitar terutama untuk orang – orang tercinta.

Ajak dirimu, sahabat mu, teman mu dan keluarga mu untuk lebih peduli akan masa depan yang lebih indah tanpa dedikasi kepada hal yang negative seperti narkoba.

Ciptakan kreasi mu dengan komunitas mu, untuk memberitahu dunia bahwa Remaja Indonesia adalah remaja penuh cita dan kreativitas. Buat diri mu dan orang terkasih mu bangga akan prestasi dan kegiatan positif mu tanpa narkoba

Take chances when you’re young, so that you can tell stories when you’re old

Foto: Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso, Head of the National Narcotics Board

Budi Waseso

Head of the National Narcotics Board